Konsultan Monev bertugas untuk:
1. Mengembangkan Kerangka Monitoring dan Evaluasi yang komprehensif untuk Program Kampung PIAWAI;
2. Mengembangkan alat Monitoring dan Evaluasi untuk mencapai target yang telah ditentukan dalam Program Kampung PIAWAI;
3. Mengkoordinasikan pertemuan terkait program Kampung PIAWAI, seperti sosialisasi monev dan pemantauan kemajuan program;
4. Menyusun laporan monitoring dan evaluasi Program Kampung PIAWAI.
Requirment:
1. Mempunyai pengalaman sebagai konsultan monev Minimal 5 tahun
2. Minimal pendidikan S-1
3. Mempunyai pengalaman mengerjakan project sosial minimal 3 tahun
Jika berminat silahkan kirimkan CV dan portofolio melalui email:
admin@puskamuda.or.id / puskamuda@gmail.com
Narahubung: Elin – +62 895-2046-4520
Gambaran Kampung PIAWAI
Menurut Dinas Kesehatan Provinsi Papua, jumlah kasus positif COVID-19 di provinsi Papua mencapai 6.334 pada Juli 2021. Survei BPS Papua menunjukkan bahwa antara 30 hingga 41 persen peserta yang disurvei tidak mengikuti protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menerapkan physical distancing.
Berdasarkan Data Kementerian Kesehatan, cakupan imunisasi COVID-19 di Provinsi Papua masih rendah, yakni baru mencapai 28,55 persen untuk dosis pertama dan 20,74 persen untuk dosis kedua pada 30 Desember 2021. Cakupan vaksinasi terendah (di bawah 10 persen) terdapat di Kabupaten La Pago dan Me Pago yang diakui sebagai wilayah adat dataran tinggi. Cakupan vaksinasi yang rendah di kabupaten-kabupaten ini menimbulkan risiko bagi anak-anak dan pengasuh mereka untuk mengakses layanan publik yang vital bagi anak-anak, seperti pendidikan imunisasi rutin dan layanan perlindungan anak, termasuk pencatatan kelahiran.
Dalam menjawab permasalahan tersebut, Program Kampung PIAWAI (Peduli Anak Lawan Penyakit) hadir dengan tujuan untuk memperkuat masyarakat, termasuk anak-anak dalam pencegahan penyakit, imunisasi, dan melindungi anak-anak terhadap kekerasan di masyarakat dataran tinggi Papua, dalam rangka mendukung pembangunan desa ramah anak. Program ini akan dilaksanakan di Jayawijaya, Nabire dan Supiori dengan pendekatan program yang berpusat pada masyarakat (community-centered program approach) serta di wilayah Jayapura dan sekitarnya dengan intervensi program advokasi (advocacy program intervention).